Headlines News :
Home » » MAKALAH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

MAKALAH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Written By ganessa on Minggu, 14 Oktober 2012 | 03.25


MAKALAH
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
 

Dosen :
YUSMEDI NURFAIZAL,S.sos,SE,MM

Di susun oleh :
NAMA         : TARNO
NIM             : 11.11.2397

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
STIMIK AMIKOM
PURWOKETO
2011


Kata pengantar

Segala puja hayna bagi allah, Tuhan yang menguasai timur dan barat, tiada sekutu baginya. Sholawat serta salam sejahtera semoga dilimpahkan atas Nabi Mohammad dan keluarganya,begitu pula atas para sahabat-sahabat beliau yang senantiasa terhadap ajaran-ajaran islam yang mulia.
Sebuah makalah ini di susun untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Pengantar Manajemen, dengan dosen YUSMEDI NURFAIZAL,S.sos,SE,MM. Dalam tugas ini diberikan dua tema yaitu Manajemen Sumber Daya Manusia Dan Manajemen Pemasaran. Dan tema yang saya capai atau yang saya ambil adalah Manajemen Sumber Daya Manusia. Kenapa saya mengambil tema tersebut? Karena saya ingin mengetahui seberapa penting Sumber Daya Manusia bagi Organisasi atau Perusahaan.
Saya berharap dengan pembuatan makalah ini dapat memberikan manfaat bagi saya dan juga bagi pembacanya. Dan  juga lebih mengetahui lagi tentang Manajemen Sumber Daya Manusia.


Purwokerto, Desember 2011

Penulis


Daftar isi


Cover..................................................................................................................... i
Kata pengantar....................................................................................................... ii
Daftar isi................................................................................................................ iii

BAB I LATAR BELAKANG MASALAH............................................................. 1
BAB II PERMASALAHAN ................................................................................. 4
BAB III PEMBAHASAN...................................................................................... 5
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA....................................................... 5
KINERJA PEGAWAI ATAU KARYAWAN............................................ .. 6
PRODUKTIFITAS KARYAWAN.............................................................. 9
SEMANGAT KERJA KARYAWAN.......................................................... 10
MOTIVASI KERJA KARYAWAN............................................................ 11
KEPUASAN KERJA KARYAWAN.......................................................... 12
KEPEMIMPINAN..................................................................................... 13
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN................................................................. 15
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................. 17



BAB I
LATAR BELAKANG MASALAH

            Sebelum lebih lanjut membahas Manajemen Sumber Daya Manusia, perlu di ketahui terlebih dahulu tentang manajemen.
Pengertian manajemen menurut Malayu Hasibuan yaitu seni mengatur proses pemanfaatan Sumber Daya Manusia dan sumber-sumber lainya secara efektif dan efesien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Menurut George R.Terry yaitu proses perencanaan pengorganisasian, pelaksanaan, penegendalian yang masing-masing bidang tersebut di gunakan baik ilmu pengetahuan maupun keahlian yang di ikuti secara beruntun dalam usaha mencapai saran yang telah di tetapkan semula.
Mary Parker yaitu merupakan seni untuk menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
John f.mee yaitu seni untuk mencapai hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal, demikina pula mencapi kesejahtraan dan kebahagyaan maksimal baik bagi pimpinan maupun karyawan serta memberikan pelayanan yang lebih baik mungkin bagi masyarakat.
Sumber Daya Manusia adalah penduduk yang siap, mau dan mampu memberikan sumbangan terhadap usaha untuk mencapi tujuan organisasi. Dalam ilmu kependudukan, konsep sumber daya manusia ini dapat disejajarkan dengan konsep tenaga kerja yang meliputi angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angkatan yang bekerja disebut juga dengan pekerja.
Organisasi pada dasarnya merupakan kerja sama antara dua orang atau lebih dalam rangka mencapai suatu tujuan. Organisasi adalah kumpulan orang, proses pembagian kerja antara orang-orang tersebut dan adanya system kerja sama atau system sosial diantara orang-orang tersebut.
Dalam mencapi tujuan, organisasi memerlukan berbagai macam sumber daya. Mulai dari sumber daya manusia, peralatan, mesin, keuangan, dan sumber daya informasi. Setiap sumber daya memiliki tugas dan fungsinya masing-masing. Sebagai suatu system sumber daya-sumber daya tersebut akan berinteraksi dan saling bekerja sama sehingga tujuan dapat tercapai denga efektif dan efesien.
Dengan berbijak pada pendekatan system, manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari sebuah system yang lebih besar yaitu organisasi. Oleh karena itu upaya-upaya sumber daya manusia hendak dievaluasi berdasarkan kontribusinya, berdasarkan produktifitas organisasi. Dalam prakteknya model manajemen sumber daya manusia merupakan sebuah system terbuka yang terbentuk dari bagian-bagian yang saling terikat.
Setiap organisasi baik organisasi perusahaa, sosial, pemerintahan mempunyai tujuan yang dapat dicapai melalui pelaksanaan pekerjaan tertentu, dengan mampergunakan sumber daya yang ada pada organisasi. Dan yang paling penting dalam mencapai organisasi adalah sumber daya manusia.
Sumber daya manusia sebagai salah satu sumber daya yang ada dalam organisasi memegang peranan penting dalam keberhasilan pencapaian tujuan organisasi. Berhasil atau tidaknya tergantung pada kemampuan sumber daya manusia dalam menjalankan tugas dan fungsinya, manusia selalu berperan aktif dan selalu dominan dalam setiap aktifitas organisasi, karena manusia menjadi perencana, pelaku, sekaligus penentu terwujudnya tujuan organisasi.
Manajemen sumber daya manusia kedudukanya sangat penting bagi organisasi. Oleh karena itu dalam mengelolanya, mengatur dan memanfaatkan sumber daya manusia akan berjalan sesuai apa yang diharapkan. Sehingga dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan organisasi.


BAB II
PERMASALAHAN


Dalam pengorganisasian suatu system mungkin terdapat kesulitan yang diakibatkan oleh sikap dan perilaku sumber daya manusia, tetapi suatu system yang baik dan sehat mimiliki kemampuan untuk mengadakan perbaikan diri sendiri.
Berdasarkan urean latar belakang yang telah dikemukakan maka rumusan masalahnya yaitu di antaranya:
  1. Mengapa manajemen sumber daya manusia sangat penting bagi organisasi?
  2. Apa yang dimaksud Manajemen Sumber Daya Manusia?
  3. Apa batasan Manajemen Sumnber Daya Manusia?
  4. Apa peranan manajemen sumber daya manusia bagi organisasi?
  5. Sumber daya apa sajakah untuk mencapai tujuan organisasi?


BAB III
PEMBAHASAN


MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
            Manajemen Sumber Daya Manusia, atau disingkat MSDM adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peran sumber daya yang dimiliki oleh individu secara maksimal sehingga tercapai suatu tujuan.
            Pengertian manajemen menurut Marwansyah(2010:3) yaitu pendayagunaan sumber daya manusia di dalam organisasi yang dilakukan melalui fungsi-fungsi perencanaan sumber daya manusia, rekrutmen dan seleksi, pengembanagan sumber daya manusia, perencanaan dan pengembangan karir, pemberian kompensasi dan kesejahtraan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta hubungan industrial.
            Menurut flippo(1994:5) Manajemen Sumber Daya Manusia di sebut manajemen personalia yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahaan dan pemutusan hubungna kerja, pengembangan kompensasi, integratis, pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi dan masyarakat.
            Menurut Sastrohadiwiryo(2002) Manajemen Sumber Daya Manusia diganti dengan manajemen tenaga kerja yaitu pendayagunaan, pembinaan, pengetahuan, pengaturan, pengembangan, unsur tenaga kerja. Baik dan buruk karyawan ataupun pegawai untuk mencapai hasil guna dan daya guna yang sebesar-besarnya sesuai organisasi.
            Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Manajemen Sumber Daya Manusia adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengontrolan terhadap sumber daya manusia dalam organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien.
Manajemen Sumber Daya Manusia memiliki lingkup yang lias, salah satu pengertian dan batasan yang digunakan adalah manajemen sumber daya manusia, merupakan kebijakan dan praktik yang dibutuhkan oleh seseorang untuk menjalankan aspek sumber daya manusia dari posisi seorang manajer. Pada dasarnya yang menjadi kunci kegiatan manajemen sumber daya manusia adalah sebagai berikut:


KINERJA PEGAWAI ATAU KARYAWAN
            Tujuan suatu organisasi tidak akan terwujud tanpa peran aktif pegawai, secanggih apapun alat, mesin, dan sebagainya yang tersedia namun tanpa sumber daya manusia yang handal, maka keberadaan alat, mesin dan sebagainya tidak dapat berfungsi secara maksimal.
            Karyawan adalah orang yang bekerja pada orang lain dan menjual jasa mereka,waktu, tenaga dan pikiran untuk perusahaan dan mendapatkan kompensasi dari perusahaan tersebut.
            Kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Disini terjadi sebuah ikatan atau kontrak mengenai hak dan kewajiban masing-masing. Peranan karyawan bagi sebuah perusahaan berupa keterlibatan mereka dalam sebuah perencanaan, system, proses, dan tujuan  yang ingin di capai oleh perusahaan. Sedangkan peranan manajemen sumber daya manusia yaitu mengatur  dan menetapkan program kepegawean yang mencangkup:
  1. Jumlah, kualitas dan penetapan tenaga kerja yang efektif sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
  2. Menetapkan penarikan, seleksi dan penempatan karyawan.
  3. Menetapkan program kesejahtraan, pengembangan, promosi dan pemberhentian.
  4. mengetahui undang-undang perburuhan.
Menurut cut zurnali (2010), sebuah organisasi harus dapat mencari dan menarik calon karyawan yang memiliki kemampuan bekerja dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang disebut pekerja pengetahuan (knowledge worker).
Pendapat drucker (2002:135), konstribusi manajemen yang paling penting adalah meningkatkan produktifitas kerja pengetahuan dan pekerja pengetahuaan.
            Pada era sekarang ini sudah saatnya sebuah departemen sumber daya manusia merekrut karyawan-karyawan dengan kualitas pekerja pengetahuan agar sebuah organisasi atau perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif dalam jangka panjang, sekaligus memberikan keuntungan kepada para stake holder organisasi tersebut, tidak hanya pada saat ini tetapi juga di masa depan.
            Untuk meningkatkan kenerja karyawan yang lebih baik, maka harus ada system yang benar-benar strategis agar antara kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan mampu terealisasi dengan mudah yaitu:
  1. Imbalan
·         Imbalan harus adil dan sesuai, Imbalan harus mampu meningkatkan motivasi kerja dan loyalitas.
·         Melakukan penyesuaian yakni misalnya soal waktu pemberian gaji.
  1. Komunikasi
·         Meningkatkan hubungan antar karyawan atau antar karyawan dengan atasan, sehingga tercipta hubungan yang harmonis.
·         Mengantipasi terjadinya konflik ketenagakerjaan.
·         Melakukan kegiatan yang kaitannya dengan integrasi sehingga tercapai kerjasama yang harmonis.
  1. Informasi
·         Mengetahui kepuasan karyawan.
·         Mengetahui problematika karyawan.
·         Menentukan langkah yang tepat untuk menentukan kebijakan perusahaan.
·         Mengetahui perubahan baik di internal maupun kondisi eksternal perusahaan.
·         Melakukan analisa SWOT


PRODUKTIFITAS KARYAWAN
            Produktifitas adalah keluaran (output) produk ataupun jasa per satuan masukan (input) sumber daya yang digunakan dalam suatu proses produksi. Produksifitas dapat dinyatakan dalam ukuran fisik (physical productivity) dan ukuran financial (financial productivity). Produktifitas merupakan suatu aspek yang penting bagi perusahaan, karena apabila dalam perusahaan memiliki kerja yang tinggi maka akan memperoleh keuntungan dan hidup perusahaan akan terjamin.
Untuk meningkatkan produktivitas kerja perlu adanya tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan keahlian bekerja, karena apabila tenaga kerja tidak memiliki keahlian dan keterampilan akan berakibat menurunnya produktivitas dan merugikan perusahaan.
            Langkah-langkah berikut ini adalah tahapan yang harus di pertimbangkan dalam suatu rencana peningkatan produksifitas yang kompresif dan terintegrasi (putti:1989) yaitu:
  1. Analisis situasi
  2. Merancang program peningkatan produktivitas
  3. Menciptakan kesadaran akan produktivitas
  4. Menerapkan program
  5. Mengevaluasi program dan memberikan umpan balik
Produktivitas yang tinggi dapat dicapai jika didukung para karyawan yang mempunyai motivasi dan lingkungan kerja dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Motivasi dapat menimbulkan kemampuan bekerja serta bekerja sama, maka secara tidak langsung akan meningkatkan produktivitas. Sedangkan apabila motivasi karyawan lebih tinggi tetapi tidak didukung lingkungan kerja yang nyaman untuk bekerja maka hasil produktivitas kerja tidak baik.


SEMANGAT KERJA KARYAWAN
            Suatu organisasi atau perusahaan dalam meningkatkan produktifitas perlu adanya semangat kerja dari setiap karyawannya.
Menurut sculler dan jakson (2001:77) semangat kerja merupakan kondisi bagaimana seseorang pegawai melakukan pekerjaan setiap hari. Semakin tinggi semangat kerja maka akan meningkatkan produktifitas kerja pegawai. Tingkat semangat kerja pegawai dapat di lihat dari tingkat kehadiran, kegelisahan kerja, tingkat perpindahan, dan banyak tuntutan kerja pegawai.
            Setiap pegawai pada perusahaan pastilah akan menghadapi permasalahan-permasalahan yang akan mengakibatkan tekanan kerja yang tinggi. Hal ini yang mengkondisikan pegawai sulit memiliki semangat dalam bekerja. Sehingga di buat disain pekerjaan organisasi yang terstruktur dan jelas untuk membantu mempengaruhi secara positif kondisi kerja untuk membantu membangkitkan semangat kerja pada pegawai.
Desain pekerjaan adalah spesifikasi isi metode dan hubungan berbagai pekerjaan untuk memenuhi tuntutan bisnis dan kebutukan pribadi pemegang kebutuhan secara individu maupun tim (sunarto 2005:78), Apabila desain pekerjaan yang diberikan kurang jelas akan mengakibatkan pegawai kurang mengetahui tugas dan tanggung jawab yang akan mempengaruhi semangat pegawai dalam bekerja.
Desain pekerjaan senantiasa memepengaruhi seluruh kondisi dasar perilaku individu-individu dalam perusahaan yang menciptakan motivasi pada setiap pegawai yaitu dengan cara membuat disain pekerjaan yang jelas dan signifikasi tugasnya.


MOTIVASI KERJA KARYAWAN
            Motif adalah suatu yang merupakan alasan mengapa seseorang memulai tindakan.
Motivasi adalah kumpulan perilaku yang memberikan landasan bagi seseorang untuk bertindak dalam suatu cara yang di arahkan kepada tujuan spesifik tertentu.
Memotivasi adalah menunjukan arah tertentu kepada seseorang atau kelompok orang dan mengambil langkah yang perlu untuk memastikan mereka sampai ketujuan.
            Motivasi kerja karyawan dipengaruhi oleh berbagai factor internal maupun eksternal. salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan adalah kesejahtraan karyawan, penghargaan, lingkungan kerja, masa kerja, pendidikan, dan latihan kerja.
Faktor  yang mempengaruhi timbulnya motivasi :
  1. Kebutuhan dasar fisiologi
  2. Kebutuhan rasa aman
  3. Kebutuhan sosialisasi
  4. Kebutuhan ego
  5. Kebutuhan beraktualisasi diri
Tujuh faktor penting yang digunakan untuk memotivasi kinerja karyawan (motivator) yaitu:
  1. Prestasi
  2. Pengakuan
  3. Tantangan
  4. Kepentingan
  5. Tanggung jawab
  6. Promosi
  7. Gaji dan tunjangan


KEPUASAN KERJA KARYAWAN
            Kepuasan kerja merupakan perasaan seseorang terhadap pekerjaanya dan merupakan cara pandang sesorang baik yang bersifat positif maupun negatif tentang pekerjaanya.
Kepuasan kerja adalah sikap umum yang merupakan pencerminan dari beberapa sikap yang saling terikat dari seseorang terhadap pekerjaan.
Menurut daft streers kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan sebagai hasil dari keberhasilan melaksanakan tugas seseorang dan pengalaman kerja.
            Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individu.setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan system nilai yang berlaku pada dirinya. Ini di karenakan adanya perbedaan pada masing-masing individu. Semakin banyak aspek-aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu, maka akan semakin tinggi tingkat kepuasan yang di rasakan dan sebaliknya.
            Karakteristik pekerjaan yang dapat memberikan kepuasan kerja adalah
1.                   pekerjaan yang memberikan arti bagi individu
2.                   memberikan kewenangan untuk membuat keputusan
3.                   kesempatan untuk memecah persoalan
4.                   pekerjaan yang bervariasi
5.                   menantang
6.                   memeberikan kesempatan belajar
7.                   kesempatan untuk maju
8.                   membentuk kerja sama tim
9.                   saling menghargai dan saling mendukung
10.               memberikan umpan balik bagi kinerja


KEPEMIMPINAN
            Kepemimpinan merupakan factor penting dalam keberhasilan manajemen. pentingnya kepemimpinan dapat dirasakan pada tingkat individu, antar individu, manajerial,dan organisasi.
Kepemimpinan pada tingkat antar individu terjadi apabila seseorang yang memiliki karakter dapat dipercaya  melakukan komunikasi dengan orang lain dan bekerja secara sinergis serta menghasilkan sesuatu yang lebih besar dari pada apabila mereka bekerja sendirian.
Kepemimpinan manajerial terjadi apabila seseorang bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi. Pemberdayaan adalah kata kunci dalam kepemimpinan manajerial, sedangkan kepemimpinan organisasi terjadi apabila visi, misi, strategi, nilai-nilai, proses kerja, struktur, dan system organisasi dipadukan dan diselaraskan untuk mendukung kepemimpinan individu, kepemimpinan antar individu dan kepemimpinan manajerial.
Masalah kepemimpinan merupakan hal yang sangat luas dan menyangkut bidang yang sangat luas dan memainkan peran yang sangat penting dalam bidang pemasaran, pendidikan, industri, organisasi sosial bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam setiap masyarakat timbul dua kelompok yang berbeda peranan sosialnya, yaitu yang memimpin sebagai golongan kecil yang terpilih dan kelompok yang dipimpin adalah orang kebanyakan. Tanpa adanya seorang pemimpin maka tujuan organisasi yang dibuat tidak akan ada artinya karena tidak ada orang yang bertindak sebagai penyatu terhadap berbagai kepentingan yang ada.
Lima tipologi kepemimpinan:
1.      Ciri dan Gaya Kepemimpinan : Otokratik
2.      Ciri dan Gaya Kepemimpinan : Paternalistik
3.      Ciri dan Gaya Kepemimpinan : Kharismatik
4.      Ciri dan Gaya Kepemimpinan : Pemimpin Terima Beres (Laissez Faire)
5.      Ciri dan Gaya Kepemimpinan : Demokratik



BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN


KESIMPULAN
            Dari pembahasan dapat kita diambil beberapa kesimpulan:
  • Manajemen Sumber Daya Manusia adalah perencanaan pengorganisasian, pelaksanaan dan pengontrolan terhadap sumber daya manusia dalam organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
  • Kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
  • Untuk meningkatkan kenerja karyawan yang lebih baik, maka harus ada system yang benar-benar strategis agar antara kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan mampu terealisasi dengan mudah yaitu:
Ø  Imbalan
Ø  Komunikasi
Ø  Informasi
·         Produktifitas adalah keluaran(output) produk ataupun jasa per satuan masukan(input) sumber daya yang digunakan dalam suatu proses produksi
·         Motivasi adalah kumpulan perilaku yang memberikan landasan bagi seseorang untuk bertindak dalam suatu cara yang di arahkan kepada tujuan spesifik tertentu
·         Tujuh faktor penting yang digunakan untuk memotivasi kinerja karyawan (motivator) yaitu: Prestasi, Pengakuan, Tantangan, Kepentingan, Tanggung jawab, Promosi, Gaji dan tunjangan
·         Semangat kerja merupakan kondisi bagaimana seseorang pegawai melakukan pekerjaan setiap hari. Semakin tinggi semngat kerja maka akan meningkatkan produktifitas kerja pegawai.
·         Kepuasan kerja adalah sikap umum yang merupakan pencerminan dari beberapa sikap yang saling terikat dari seseorang terhadap pekerjaan.
·         Lima tipologi kepemimpinan:
Ø  Ciri dan Gaya Kepemimpinan : Otokratik
Ø  Ciri dan Gaya Kepemimpinan : Paternalistik
Ø  Ciri dan Gaya Kepemimpinan : Kharismatik
Ø  Ciri dan Gaya Kepemimpinan : Pemimpin Terima Beres (Laissez Faire)
Ø  Ciri dan Gaya Kepemimpinan : Demokratik

SARAN
Dalam makalah ini penulis menyarankan agar manajemen sumber daya manusia hendaknya dijalankan dengan sebaik mungkin, mengingat begitu pentingnya peran dan fungsi sumber daya manusia dalam rangka pencapaian tujuan yang ditetapkan organisasi. Perkembangan psikologi manusia perlu menjadi perhatian utama bagi manajer sumber daya manusia, dalam rangka melakukan manajemen terhadap sumber daya manusia dalam organisasi.
DAFTAR PUSTAKA

Dr. Santoso Soeroso. Manajemen sumber daya manusia di rumah sakit.jakarta:penerbit buku kedokteran EGC,2003
Muljono, M. Penerapan produktifitas dalam organisasi.jakarta:penerbitbumi askara,1993
http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_sumber_daya_manusia

Share this article :

3 komentar:

Rizka Muslimaturrohmah mengatakan...

kita juga punya nih jurnal mengenai Manajemen SDM silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/1300/1/11205529.pdf

Yayu Ariska mengatakan...

Ijin copy ya..

daenkyadi mengatakan...

izin copas ya...thanks

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. BERBAGI ILMU - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger