Headlines News :
Home » » SISTEM KEAMANAN RUANGAN MENGGUNAKAN RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION DAN MIKROKONTROLER AT89C51

SISTEM KEAMANAN RUANGAN MENGGUNAKAN RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION DAN MIKROKONTROLER AT89C51

Written By ganessa on Senin, 06 Januari 2014 | 18.42




 


NAMA        : TARNO
NIM             : 11.11.2397
KELAS       : TI 11 B





BAB I
PENDAHULUAN


1.      LATAR BELAKANG
Manusia hidup di dunia ini memiliki sebuah kebutuhan. Menurut penelitian kebutuhan manusia ada tingkatannya dan salah satu tingkat kebutuhan yaitu manusia membutuhkan rasa aman. Berarti keamanan adalah salah satu kebutuhan manusia yang harus dipenuhi. Keamanan sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang kehidupan, baik di luar ruangan ataupun di dalam ruangan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, manusia akan melakukan segala sesuatu untuk bisa menciptakan rasa aman. Untuk menciptakan rasa aman tersebut manusia menggunakan alat sebagai pirantinya. Apalagi di era sekarang dengan semakin berkembangnya teknologi elektronika turut membantu dalam mengembangkan system keamanan  yang handal. Jadi dalam menciptakan keamanan diri lebih dipermudah, manusia akan merasa aman dengan dibantu sebuah alat elektronika.
Untuk membentuk suatu system keamanan, harus dilakukan dari ruang lingkup yang kiranya membutuhkan sebuah system keamanan  atau tempat-tempat yang kiranya mudah di jarah oleh orang lain seperti rangan tempat penyimpanan barang atau lainya. Untuk itu maka dibangun sebuah sistem keamanan ruangan.

2.      RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
  1.       Bagaimana menciptakan rasa aman manusia dengan teknologi elektronika?
  2.      Bagaimana membangun system elektronika untuk keamanan ruangan?

3.      TUJUAN
Untuk tujuannya adalah sebagai berikut
  1.    Membangun system keamanan dengan teknologi elektronika untuk menciptakan rasa aman.
  2.  Membangun system keamanan untuk ruangan.




BAB II
PEMBAHASAN

1.      Konsep Dasar Mikrokontroler
Sekilas, mikrokontroler hampir sama dengan mikroprosesor. Namun mikrokontroler memiliki banyak komponen yang terintegrasi di dalamnya, misalnya timer/counter. Sedangkan pada mikroprosesor, komponen tersebut tidak terintegrasi. Mikroprosesor umumnya kita jumpai pada komputer dimana tugas dari mikroprosesor adalah untuk memproses berbagai macam data input maupun output dari berbagai sumber. Mikrokontroler lebih sesuai untuk tugas-tugas yang lebih spesifik.
Ada kesamaan-kesamaan antara mikrokontroler dengan komputer atau mikrokomputer, antara lain:
1)      Sama-sama memiliki unit pengolah pusat atau yang lebih dikenal dengan CPU (Central Processing Unit).
2)      CPU tersebut sama-sama menjalankan program dari suatu lokasi atau tempat, biasanya dari ROM (Read Only Memory) atau RAM (Random Access Memory).
3)      Sama-sama memiliki RAM yang digunakan untuk menyimpan data-data sementara atau yang lebih dikenal dengan variabel-variabel.
4)      Sama-sama memiliki beberapa keluaran dan masukan yang digunakan untuk melakukan komunikasi timbal-balik dengan dunia luar.
Ciri khas mikrokontroler, antara lain:
1)      “Tertanam” (embedded) dalam beberapa piranti (umumnya merupakan produk konsumen) atau yang dikenal dengan istilah embedded system atau embedded controller.
2)      Terdedikasi untuk satu macam aplikasi saja.
3)      Hanya membutuhkan daya yang rendah (low power) sekitar 50 mwatt. Bisa bandingkan dengan komputer yang bisa mencapai 50 watt lebih.
4)      Memiliki beberapa keluaran maupun masukan yang terdedikasi, untuk tujuan atau fungsi-fungsi khusus.
Mikrokontroler terdiri dari:
1.      CPU
2.      RAM
3.      EPROM/PROM/ROM
4.      I/O (input/output)
5.      Timer
6.      Interrupt controller

2.      Mikrokontroler AT89C51
Terdapat ratusan jenis mikokontroler yang berbeda, yang beredar di pasaran, akan tetapi yang digunakan pada sistem keamanan ruangan ini adalah salah satu jenis mikrokontroler kelurga MCS-51 yaitu AT89C51. Mikrokontroler ini merupakan salah satu keluarga mikrokontroler yang diproduksi oleh ATMEL. Dimana mikrokontroler jenis ini sangat compatible dalam hal proses dan penggunaannya dengan keluarga MCS-51 yang dikeluarkan oleh Intel. AT89C51 mempunyai konsumsi daya rendah, mikrokontroller 16-bit CMOS dengan 4k memori Flash ISP (in system programmable/ dapat diprogram di dalam sistem). Device ini dibuat dengan teknologi memori nonvolatile kerapatan tinggi dan compatible dengan standar industri 8051, set instruksi dan pin keluaran. Flash yang berada di dalam chip memungkinkan memori program untuk diprogram ulang pada saat chip di dalam sistem atau dengan menggunakan programmer memori nonvolatile konvensional. Ada dua mikrokontroler MCS51 Yaitu AT89Cxx dan AT89Sxx. Yang membedakan dari kedua kelas mikrokontroler tersebut yaitu pada memori, peripheral, dan fungsinya. Dan dari segi arsitektur dan intruksinya yang digunakan sama.

3.      Pin AT89C51
             a.    VCC : pin catu daya
             b.    GND : pin ground
             c.    Port 0 : P0.0 sampai P0.7 merupakan pin I/O dua arah sebagai multiplexer yang memiliki
alamat low-order atau data bus pada pengalamatan memori eksternal
             d.      Port 1 : P1.0 sampai P1.7 merupakan I/O dua arah
             e.       Port 2 : P2.0 sampai P2.7 merupakan I/O yang memiliki alamat high-order
             f.       Port 3 : P3.0 sampai P3.7 merupakan I/O yang memiliki fungsi khusus pada tiap pinnya
             g.      RST : pin untuk mereset mikrokontroler
            h.      ALE/PROG : Address Latch Enale (ALE) merupakan suatu pulsa output untuk mengunci low byte dari address selama mengakses memori eksternal.
            i.        Program Store Enable (PSEN) : Program Store Enable (PSEN) merupakan strobe read untuk memori program eksternal.
          j.        EA/VPP : Eksternal Access Enable (EA) harus di hubungkan ke GND untuk enable device, untuk memasuki memori program eksternal mulai alamat 0000H sampai dengan FFFFH. EA harus dihubungkan ke VCC untuk akses memori program internal. Pin ini juga menerima tegangan pemrogramman (VPP) selama pemrograman Flash.
           k.      XTAL1 : Input untuk oscillator inverting amplifier dan input untuk rangkaian internal clock.
            l.        XTAL2 : Output dari oscillator inverting amplifier.
4.      Memori
Memori ada dua tipe memori yaitu:
a.       Data Memori
Berfungsi untuk menyimpan data. Berdasarkan lokasinya data memori di bagi dua, internal data memori yang berada didalam IC MCS51 dan eksternal data memori yang berada di luar IC MCS51.
b.      Program Memori
Berfungsi untuk menyimpan kode program user yang akan dijalankan. User dapat mengunakan internal program memori yang tertanam dalam IC MCS51 dan eksternal program memori.

Organisasi Internal Data Memory
Internal data memory meliputi: Register Banks, Bit-addressable RAM, General Purpose RAM (Scratch Pad Area) dan Special Function Registers (SFR).

5.      Counter dan Timer
AT89C51 dilengkapi dengan dua perangkat timer/counter, masing-masing dinamkan timer 0 dan timer 1. Pencacah biner untuk timer 0 dibentuk dengan register TL0 (Timer 0 low byte) dan register TH0 (Timer 0 high byte). Pencacah biner untuk timer 1 dibentuk dengan register TL1 (timer 1 low byte) dan register TH1 (timer 1 high byte). Untuk mengatur kerja timer counter dopakai dua register tambahan yang dipakaki bersama oleh timer0 dan timer1.  Register tersebut adalah timer mode contril (TMOD) dan timer control (TCON)

6.      Radio Frequensi Identification
Merupakan sebuah teknologi compact wireless yang memanfaatkan frekuensi radio untuk identifikasi otomatis terhadap obyek-obyek atau manusia. RFID adalahteknologi penangkapan data yang dapat digunakan secara elektronika untuk mengidentifikasi,melacak dan menyimpan informasi yang tersimpan dalam tag RFID.
Para pengamat menganggap sebagai RFID sebagai suksesor dari barcode optic yang banyak dicetak pada barang-barang dengan dua keunggulan pembeda yaitu indikasi yang unik dan otomasi. RFID dapat melakukan control otomatis untuk banyak hal. System ini menawarkan peningkatan efesiensi dalam pengendalian inventaris, logistic dan manajemen rantai supplay
Komponen-komponen utama system RFID yaitu seperti tag, reader dan basis data.

7.      Frekuensi Radio
Frekuensi radio disini sebagai karakteristik operasi system RFID. Frekuensi sebagian besar ditentukan oleh kecepatan komunikasi dan jarak baca terhadap tag. Tingginya frekuensi mengidentifikasikan jauh baca.  Gelombang radio memiliki perilaku yang berbeda-beda menurut frekuensinya.

8.      Perangkat lunak
Perangkat lunak merupakan pemrograman yang akan di inputkan sebagai perintah keluaran pada AT89C51. Pemrograman menggunakan bahasa standar pemrograman mikrokontroler yaitu assembly.



Daftar Pustaka




Share this article :

1 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. BERBAGI ILMU - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger